Dalam suatu proses kimia, katalis kerap memegang peranan penting. Bahan itu dapat dipakai untuk membuat dua zat atau lebih menjadi lebih cepat bereaksi. Meski sangat dibutuhkan dalam suatu reaksi kimia, katalis bukanlah pereaksi.
Menurut Achmadin Luthfi, peneliti bioproses dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), secara kimia katalis merupakan zat yang dapat meningkatkan laju reaksi tanpa dirinya sendiri mengalami perubahan kimia secara permanen.
Katalis akan membentuk senyawa antara atau mengabsorpsi zat yang direaksikan. Dilihat dari fungsinya, katalis digolongkan ke dalam beberapa jenis, yaitu katalis positif yang disebut dengan katalisator dan katalis negatif disebut dengan inhibitor.
Fungsi katalisator mempercepat reaksi, sedangkan inhibitor sebaliknya, memperlambat laju reaksi.
Dari segi fase proses reaksi, katalis dapat dibedakan menjadi dua golongan utama, yaitu katalis heterogen dan katalis homogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi pada reaksi yang dikatalisisnya, sementara katalis homogen berada dalam fase yang sama.
Satu contoh sederhana untuk katalis heterogen adalah katalis itu menyediakan tempat di suatu permukaan. Di tempat itu, pereaksi-pereaksi atau substrat untuk sementara terserap dan melakukan reaksi satu sama lain. Ikatan dalam substrat-substrat tadi lama-kelamaan menjadi lemah sehingga terbentuk hasil reaksi baru.
Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi. Selanjutnya proses itu akan membentuk suatu perantara kimia hingga membentuk produk akhir reaksi.
Pada proses itu, katalis tetap dan sifatnya tidak berubah. Selain katalis kimia, ada pula katalis biologi. Enzim selama ini dikenal sebagai salah satu biokatalis.
Menurut Maria Ulfah, asisten peneliti pada bagian Rekayasa Genetika BPPT, pada dasarnya enzim merupakan protein yang berfungsi menjadi katalis dalam proses biokimia.
Ulfah menjelaskan sifat enzim yang bekerja hanya pada substrat atau bahan dasar yang spesifik memberi peluang baru untuk memanfaatkan bahan itu dalam kehidupan manusia.
Pada dasarnya ada 3 jenis aplikasi enzimatis, yaitu untuk menghasilkan, mendeteksi, dan mengdegradasi senyawa tertentu.
Ulfah menambahkan katalis enzim sangat diperlukan dalam reaksi zat organik, termasuk pada organisme. Reaksi-reaksi metabolisme dapat berlangsung pada suhu tubuh yang rendah berkat bantuan enzim.
Dalam tubuh manusia, terdapat ribuan jenis enzim karena setiap enzim hanya dapat mengatalisis satu reaksi spesifik dalam molekul bahan dasar tertentu.
Salah satu contoh enzim adalah protease yang dapat digunakan sebagai katalis dalam proses penguraian protein, namun tidak dapat mengatalisis penguraian sakarosa atau gula kristal.
No comments:
Post a Comment